MENGEMBANGKAN DAKWAH ISLAM MELALUI MEDIA WAYANG KULIT

FAISAL, MALIK (2020) MENGEMBANGKAN DAKWAH ISLAM MELALUI MEDIA WAYANG KULIT. S1 thesis, Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap.

[thumbnail of HALAMAN DEPAN.pdf] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (640kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (438kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (404kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (112kB)

Abstract

Faisal Malik, 14 230 11011, “Mengembangkan Dakwah Islam Melalui Media Wayang Kulit”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Imam Ghazali (IAIIG) Cilacap, 2020.
Penyampaian dakwah bukan hanya penyampaian pesan-pesan agama Islam dalam bentuk ceramah, khutbah di podium atau mimbar saja. Seiring dengan perkembangan kajian ilmuan dakwah, adapun pengklasifikasian bentuk kegiatan dakwah setidaknya dapat di kategorikan menjadi empat bentuk yaitu Tabligh (menyampaikan), Irsyad (menunjukan), Tadbir (manajemen pembangunan masyarakat) dan Tatwir (mensosialisasikan). Wayang sebagai tontonan, diharapkan oleh penonton untuk mencapai kenikmatan, hiburan, dan kesenangan, melepas penat dalam keseharian, hal ini menjadikan tantangan bagi Para Dalang untuk mewujudkan sesuai selera penonton agar tetap disukai dan ditanggap. Akibatnya ada Dalang yang begitu sibuk pentas yang mempunyai banyak penonton, dan Dalang yang sepi pentas dan sepi penonton. Namun yang perlu menjadi perhatian kita sekarang adalah perkembangan tersebut sesuai dengan pakem pakeliran.
Adapun metode penelitian skripsi ini terdiri dari : jenis penelitian, menggunakan penelitian lapangan (field research), pendekatan penelitian, menggunakan pendekatan data kualitatif, obyek penelitian ini adalah pengembangan dakwah dengan media pagelaran wayang kulit, subyek penelitian ini adalah Dalang Nusantara (Tejo Sutrisno) Cilacap Tengah, Dalang Klasik (Agus Susmono) Adipala, Dalang Dakwah (Kuncoro Jati) Gandrungmangu dan para penggemar wayang kulit, dari beberapa informan yaitu dari. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis data deskriptif atau analisis non statistic.
Mengembangkan Dakwah dengan Media Pagelaran Wayang Kulit menggunakan Metode dakwah bi lisan al-haal merupakan dakwah, lisan dan al-haal. dakwah bi lisan al-haal adalah mengajak manusia ke jalan Tuhan untuk kebahagiaan manusia dunia dan akhirat dengan perbuatan nyata yang sesuai dengan keadaan manusia. Sunan Kalijaga sangat berhasil daalm berdakwah melalui wayang. Unsur baru berupa Ajaran ke-Islaman dimasukkan ke dalam pewayangan ia membuat “Pakem Pewayangan” yang baru dan bernafaskan Islam, seperti Kalimosodo atau menyelipkan ajaran Islam ke dalam Pakem Pewayangan yang Asli. Dengan cara tersebut maka masyarakat dapat dengan mudah menerima ajaran-ajaran Islam dengan Perlahan-lahan. Metode nasehat yang dilakukan Pementasan Wayang Kulit tujuannya memberikan rangsangan terhadap masyarakat tutur kata, baik pendidikan, sosial, budaya maupun agama. Tutur kata yang di ucapkan saat melakukan pagelaran sesuai dengan konteks pagelaran yang di mainkan.

Kata Kunci : Wayang Kulit, Dakwah Islam, Pementasan Wayang Kulit

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: A General Works > AC Collections. Series. Collected works
Divisions: Fakultas Keagamaan Islam > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: Ahmad Chafid, S.Pd.I. NITK7700014302
Date Deposited: 12 Oct 2026 17:04
Last Modified: 12 Oct 2026 17:04
URI: https://repo.unugha.ac.id/id/eprint/119

Actions (login required)

View Item
View Item